Pencegahan Stunting di Desa Talaga Melalui Program SANTAP: Solusi Atasi Stunting dengan Biji Pepaya
Abstract views: 66
,
Fulltext downloads: 58
Abstract
Stunting merupakan masalah serius yang dihadapi Indonesia pada saat ini, masalah ini mempengaruhi kesehatan dan sosial masyarakat serta keberlangsungan bangsa dimasa yang akan datang, salah satu penyebab stunting adalah terjadinya infeksi yang tidak tertangani pada bayi dan anak-anak. Program ini bertujuan untuk mencegah stunting dengan mengatasi masalah cacingan. Sebagai alternatif mengatasi cacingan tersebut adalah dengan memberikan obat dari bahan dasar alam yaitu biji buah papaya yang diolah dan dijadikan puding. Sasaran utama adalah pada anak-anak di desa Talaga, program dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pudding dari biji papaya kepada masyarakat desa Talaga. Dengan keterlibatan mitra seperti puskesmas setempat, kader Kesehatan dan pemerintah desa, program ini terlaksana dengan baik dan mendapatkan atensi yang baik dari masyarakat. Masyarakat menjadi paham terhadap pentingnya mengatasi terjadi cacingan pada anak yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting serta dapat memanfaatkan bahan yang sering tidak digunakan seperti biji pepaya dalam mengatasi masalah kesehatan mereka.
References
Mandu Jenne, & Mulyanti Dety. (2023). Faktor Permasalahan Stunting Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Serta Cara Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan, 2(2), 40–44. https://doi.org/10.55606/klinik.v2i2.1248
Maretzka Arindi, Stevanny Bella. (2018). Potensi Biji Pepaya (Carica papaya) Berbasis Pendekatan Terhadap BITC dan Karpain sebagai Alternatif Obat Anthelmintik pada Anak di Indonesia. JIMKI, 4(2), 143-149
Owa, K., Salestina, M., & Bedho, M. (2024). Faktor Risiko Infeksi Kecacingan pada Anak Pra Sekolah di Kabupaten Ende. Optimal Nursing Jurnal, 1(2), 35–45.
Pratiwi Riska, R. S. S. (2025). DAMPAK STATUS GIZI PENDEK (STUNTING) TERHADAP PRESTASI BELAJAR : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan.
Tarmizi, S. N. (2024). Membentengi anak dari stunting. 20.





