Penerapan Irigasi Sprinkle untuk Efisiensi Penyiraman Lahan Hortikultura di Lereng Arjuno-Welirang
DOI:
https://doi.org/10.46964/etam.v6i1.1638Keywords:
Hortikultura, Irigasi Sprinkle, Efisiensi Penyiraman, Distribusi Air, Pengabdian MasyarakatAbstract
Desa Sumbergondo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, merupakan sentra pertanian hortikultura dengan topografi berbukit yang menghadirkan tantangan pada proses penyiraman. Sistem penyiraman manual yang masih digunakan petani membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk lahan seluas 3.200 m², menimbulkan beban fisik yang tinggi, serta menyebabkan distribusi air tidak merata antara lahan bagian atas dan bawah. Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi kerja, kelelahan petani, serta pertumbuhan tanaman yang tidak optimal. Melalui program pengabdian masyarakat ini diterapkan teknologi tepat guna berupa sistem penyiraman berbasis sprinkle. Tahapan kegiatan meliputi survei kebutuhan lahan, perancangan sistem, instalasi pompa dan jaringan pipa, uji coba, serta evaluasi kinerja. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan efisiensi penyiraman yang signifikan. Jika sebelumnya penyiraman membutuhkan waktu minimal 4 jam, kini dapat diselesaikan dalam 1,5 jam, sehingga terdapat efisiensi waktu 62,5%–75%. Penggunaan pompa irigasi Tesla WP 20 CX dengan kapasitas 600 liter per menit dan enam titik sprinkle yang dapat dipindahkan memungkinkan distribusi air lebih merata hingga ketinggian 23 meter. Selain itu, beban fisik petani berkurang secara nyata, di mana 85% petani menyatakan penyiraman menjadi lebih ringan. Pengukuran kelembaban tanah menunjukkan distribusi air lebih homogen, dengan rata-rata 65%–72% pada berbagai zona lahan. Observasi awal memperlihatkan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam dibandingkan kondisi sebelumnya. Dengan demikian, penerapan sistem sprinkle mampu menjawab permasalahan utama petani hortikultura terkait efisiensi waktu, beban fisik, dan distribusi air, serta berpotensi meningkatkan produktivitas hasil panen di lahan berbukit.
References
Hashim, S., Mahmood, S., Afzal, M., Azmat, M., & Rehman, H. A. (2016). Performance evaluation of hose-reel sprinkler irrigation system. Arabian journal for science and engineering, 41(10), 3923-3930.
Hidayat, Y. (2018). Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan Di Kelompok Tani Jaya Makmur Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(7), 576-580.
Khandetod, Y. P. (2019). Mechanization in horticulture crops: Present status and future scope. Advanced Agricultural Research and Technology Journal, 3(1), 92-103.
Koehuan, V. A., Dwinanto, M. M., Adoe, D. G., Adar, D., & Selan, R. N. (2023). Penerapan Teknologi Irigasi Tetes pada Kebun Green House untuk Tanaman Hortikultura di Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Journal Of Human And Education (JAHE), 3(4), 103-109.
Maulana, H., Karina, F. A. D., Pratiwi, I. P., Sugiarto, M. A., & Maulana, M. A. (2024). Optimalisasi Sistem Pengairan pada Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui Irigasi Sprinkler di Desa Gempol Nganjuk. INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement, 3(2), 117-125.
Nawi, A., & Lestari, A. W. (2019). Implementasi kebijakan program rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), 7(1).
Rusmiwari, S. (2019). Peran Kepemimpinan Dalam Menumbuhkan N/ACH. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP), 6(3).





