Pendirian Pondok Baca sebagai Upaya Menumbuhkan Budaya Literasi Anak di Kelurahan Wailiti

Authors

  • Angie Ray Chanda Chanda Universitas Nusa Nipa

DOI:

https://doi.org/10.46964/etam.v6i1.1672

Keywords:

literasi, pondok baca, anak-anak, komunitas, pendidikan

Abstract

Kemampuan literasi anak di Kelurahan Wailiti masih menghadapi kendala serius, terutama keterbatasan akses bahan bacaan dan belum tersedianya ruang belajar yang memadai. Kondisi ini berdampak pada rendahnya minat baca serta kurangnya kesadaran akan pentingnya literasi sejak dini. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada pendirian dua pondok baca di RT 003 dan RT 021. Penelitian berlangsung selama satu bulan, mulai 30 Juni hingga 30 Juli 2025, dengan melibatkan anak-anak, orang tua, ketua RT, dan perangkat kelurahan. Tahapan penelitian mencakup observasi awal dan diskusi dengan perangkat kelurahan, pembangunan dan penataan pondok baca, serta pelaksanaan kegiatan literasi kreatif seperti mendongeng, membaca bersama, dan permainan edukatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok baca berfungsi tidak hanya sebagai ruang edukasi, tetapi juga sebagai tempat interaksi sosial anak-anak, yang mampu meningkatkan minat baca, membangun rasa percaya diri, serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi. Simpulan menegaskan bahwa penyediaan fasilitas sederhana namun fungsional dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan literasi anak dan memperkuat pendidikan berbasis komunitas.

References

Lusiana, E., Yanto, A., & Samson, C. M. S. (2023). Peran Taman Bacaan Masyarakat berbasis inklusi sosial dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bandung. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 19(1). https://doi.org/10.22146/bip.v19i1.1373
OECD. (2019). PISA 2018 results: What students know and can do (Volume I). OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/5f07c754-en
Saragih, A. F. U., & Lubis, S. I. A. (2023). Pengembangan literasi anak usia dini berbasis komunitas. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 1475–1485. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/4884
Sri Mulyani. (2024). “Peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bersaudara dalam mendukung terciptanya ruang bersama bagi warga masyarakat.” Indonesian Journal of Community and Service Learning, 8(3). DOI: https://doi.org/10.23887/ijcsl.v8i3.82155
The SMERU Research Institute. (2024, 5 Desember). Skor siswa Indonesia dalam penilaian global PISA melorot: Kualitas guru dan disparitas pendidikan jadi sorotan. SMERU. https://smeru.or.id/id/article-id/skor-siswa-indonesia-dalam-penilaian-global-pisa-melorot-kualitas-guru-dan-disparitas
The SMERU Research Institute. (2024). The state of literacy in Indonesia: Challenges and policy recommendations. SMERU Research Report. https://smeru.or.id/id/publication/state-literacy-indonesia
UNESCO. (2022). Building a culture of reading through literacy. UNESCO. https://www.unesco.org/en/literacy
Yuliana. (2023). Upaya meningkatkan minat baca anak sejak usia dini di Kelurahan Ulak, Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin. Jurnal Pengabdian Pasca Unisti, 2(2), 55–63. https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jurdianpasti/article/view/131

Downloads

Published

2026-02-01

Issue

Section

Articles