Pemberdayaan Masyarakat Lanjut Usia Produktif dalam Pemanfaatan Lahan Sempit menuju Ketahanan Pangan dan Wirausaha Budi Daya Sayur Organik di Perkotaan (Urban Farming)

Authors

  • Shanty Yahya Politeknik Negeri Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.46964/etam.v6i1.1731

Keywords:

Kata kunci: Pertanian perkotaan, organik, kewirausahaan, ketahanan pangan

Abstract

Pertanian organik adalah sistem pertanian yang akan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Pertanian organik dapat dilakukan di lahan pertanian dan lahan sempit. Hal ini memberikan peluang bagi komunitas perkotaan untuk memulai usaha sayuran organik dan mencapai ketahanan pangan. Komunitas lansia produktif merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peluang untuk memulai dan mengembangkan usaha sayuran organik. Day Care Husnul Khatimah yang mengorganisir perempuan lansia produktif sebagai mitra kami, ingin berperan aktif dalam pertanian organik, namun mereka terkendala oleh pengetahuan dan keterampilan yang terbatas dalam budidaya sayuran organik serta lahan yang terbatas. Tujuan program layanan masyarakat ini adalah memberikan pelatihan tentang pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, budidaya bibit sayuran, dan budidaya sayuran organik di lahan terbatas. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi penyediaan bahan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair menggunakan limbah organik rumah tangga, budidaya bibit, penanaman tanaman, dan aplikasi pupuk pada tanaman. Sebagai hasil dari kegiatan ini, peserta telah menanam beberapa jenis sayuran di lahan mitra dan menunjukkan minat untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri. Kegiatan ini juga menghasilkan output berupa video, publikasi media elektronik, dan hak kekayaan intelektual untuk proses dan inovasi pupuk organik yang terjangkau.                    

 

     

References

Charina, Kusumo, Sadeli, dan Deliana. (2018). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Petani Dalam Menerapkan Standar Operasional Prosedure (SOP) Sistem Pertanian Organik Di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Penyuluhan, vol 14, no 1.
Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian. (2017). Budi Daya Sayuran di Pekarangan. Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat. Jakarta.
Fofa, A., dan Soleh, W. (2017). Budi Daya Sayuran Organik di Pekarangan. Jurnal Perbal, vol 5, pp. 1-9.
Hariyani.N., Sofwani. A. (2025). Potensi dan Tantangan Pengembangan Sayuran Organik Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Jurnal Green House Volume 3 Nomor 2. e-ISSN 2962-438X, p-ISSN 2963-1858.
Mayrowani. (2012). Pengembangan Pertanian Organik di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi Vol. 30 No. 2, pp. 91-108.
R. Suroyo.S., Hariyadi., Mulatsih.S. (2017). Strategi Pengembangan Usahatani Kangkung Organik Di Kabupaten Bogor. Jurnal Agribisnis Indonesia, Vol 5 No 2, ISSN 2354-5690; E-ISSN 2579-3594, pp.137-150
Sa’diyah. H. (2018). Budi Daya Sayuran Organik di Pekaranga. Anak Hebat Indonesia. Jakarta.

Downloads

Published

2026-02-01

Issue

Section

Articles