KAJIAN GAYA ARSITEKTUR MEDITERANIA DAN PENERAPANNYA PADA PERENCANAAN RESTO DAN BUTIK DI SAMARINDA

  • Jumriya Politeknik Negeri Samarinda
  • Raim Politeknik Negeri Samarinda
  • Zakiah Hidayati Politeknik Negeri Samarinda
  • Hatta Musthafa AP4 Politeknik Negeri Samarinda
  • Paramita Waluyo Politeknik Negeri Samarinda
Abstract views: 129 , PDF downloads: 69
Keywords: Arsitektur Mediterania, Komersial, Restoran, Butik, Samarinda, Ibu Kota Nusantara

Abstract

Kota Samarinda, sebagai salah satu kota besar di Kalimantan Timur, mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Hal ini seiring dengan perkembangan kota pasca penetapan Ibu Kota Nusantara, yang mendorong peningkatan aktivitas masyarakat, termasuk dalam sektor pariwisata dan bisnis. Seiring dengan perkembangan industri pariwisata dan bisnis di Indonesia, khususnya di kota Samarinda, penerapan gaya arsitektur Mediterania pada perencanaan restoran dan butik mulai mendapatkan perhatian. Dalam konteks inilah, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah bangunan komersial dua lantai yang memadukan fungsi restoran dan butik fashion dengan pendekatan gaya arsitektur Mediterania.

Penelitian ini menghasilkan gambar kerja bangunan dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi, meliputi analisis tapak, denah, tampak, perspektif eksterior dan interior. Gaya arsitektur Mediterania dipilih karena karakteristiknya yang hangat, nyaman, dan mampu menciptakan suasana yang menarik bagi pengunjung. Elemen-elemen khas Mediterania seperti penggunaan warna-warna tanah, material alami, lengkungan pada bukaan, serta penekanan pada ruang terbuka diterapkan dalam desain.

Analisis tapak dilakukan untuk memahami kondisi lingkungan sekitar dan potensi yang dapat dimanfaatkan dalam perancangan. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam penentuan orientasi bangunan, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami. Desain bangunan ini mengutamakan kenyamanan pengunjung dengan menyediakan ruang yang luas, ventilasi yang baik, dan pencahayaan yang cukup. Selain itu, perpaduan antara fungsi restoran dan butik fashion juga diperhatikan dalam perencanaan tata ruang agar kedua fungsi tersebut dapat berjalan dengan baik dan saling melengkapi.

Diharapkan, bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bisnis, tetapi juga menjadi ikon baru di Kota Samarinda yang mampu menarik minat wisatawan dan masyarakat lokal. Dengan demikian, bangunan ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kota, serta memperkaya khazanah arsitektur di wilayah Kalimantan Timur.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asvitasari, A., Fitri, A. K., & Pangasih, F. (2024). Perancangan Bangunan Resto Dan Butik Dengan Gaya Arsitektur Ekletik Japandi Di Samarinda. Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur, 12(1), 81-90. doi:https://doi.org/10.46964/jkdpia.v12i1.737

Bassal, C., Rabea, M., & Felix, M. (2023). A Comparative Study of Mediterranean Courtyard Houses and the Bioclimate Impact on Their Design from Four Axes: Historical, Environmental, Social and Geometry. Green Building & Construction Economics,. 123-137.

Elvira, S. (2025). Evaluating design through architectural criticism and sustainability principles: a case study of Modern Plaza Gamalama Ternate. Paper presented at the IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Ternate

Fauzi, M. R., & Rahadian, E. Y. (2023). Penerapan tema arsitektur adaptif mediterania adaptasi dari italian riviera pada theme park italian waterfront education & cultural park, pangalengan, kab. Bandung. Fad, 3(2), 621-633.

Indraswara, M. S. (2008). Kajian arsitektur mediterania dan perkembangannya di Indonesia. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota Dan Permukiman, 7(2), 80-89.

Maximillian, A., Chrisswantra, F., & Jonatan, L. (2022). Adaptasi Penggayaan Eklektik pada Furnitur di Cafe dan Restoran Batik Keris Solo. Waca Cipta Ruang, 8(1), 28-36.

Nadiar, F., Azmi, D., & Nusantara, D. (2019). Arsitektur mediterania di indonesia: adaptasi kemegahan dan kinerja termal bangunan dari daerah mediterania dalam menghadapi perubahan iklim di daerah tropis lembab. Jurnal Arsitektur ZONASI, 2(3).

Pradini, R. P., & Wempi, J. A. (2019). Desain Interior Sebagai Medium Komunikasi Nonverbal Restoran Eat Happens Dalam Membentuk Reputasi. Profesi Humas, 3(2), 177-201.

Punuindoong, J. D., Makapedua, P. M., Ruata, S., Wenur, T., & Rumbayan, R. (2022). Perbandingan konstruksi bangunan coffee shop dengan beton precast dan beton cast in situ. Jurnal Teknik Sipil Terapan. Jurnal Teknik Sipil Terapan, 4(2). doi:https://doi.org/10.47600/jtst.v4i2.436

Rahayu, N. S., Persada, N. G. E., Suyoga, I. P. G., & Sutrisnawati, N. K. (2024). KAJIAN SUSTAINABLE DESIGN PADA RESTORAN KOOD. Patra, 6(1), 34-44.

Samarinda, B. P. S. K. (2025). Samarinda dalam Angka 2025. Samarinda: Badan Pusat Statistik Kota Samarinda.

Samarinda, P. K. (2023). Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda Tahun 2023-2042.

Thamrin, N. H., Anjani, N. L. B., & Anila, C. (2025). Analisis elemen fasad arsitektur modern tropis pada perancangan restoran dan butik di Samarinda. Jurnal Kreatif: Desain Produk Industri Dan Arsitektur, 13(1), 31-43. doi:https://doi.org/10.46964/jkdpia.v13i01.1315

Widyandini, W., Yess, K., & Lestariningsih, D. J. (2023). Planning of the flower garden agrotourism area in baturaden with the mediterranean concept. Kurvatek, 8(1), 23-32.

Yi, K., & Xu, Z. (2023). Exploring the Aesthetic Principles of Traditional Lingnan Architecture in Guangzhou Influencing Economic Development and Socio-economic Perspective—A Notch from Public Well-being and Modernity. J. Inf. Syst. Eng. Manag, 8, 22838.

Published
2025-10-01
How to Cite
Jumriya, Raim, Hidayati, Z., AP4H. M., & Waluyo, P. (2025). KAJIAN GAYA ARSITEKTUR MEDITERANIA DAN PENERAPANNYA PADA PERENCANAAN RESTO DAN BUTIK DI SAMARINDA. Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri Dan Arsitektur, 13(02), 94-106. https://doi.org/10.46964/jkdpia.v13i02.1457

Most read articles by the same author(s)