PERANCANGAN BANGUNAN KOMERSIL SWALAYAN (KELONTONG) DAN BARBERSHOP DENGAN GAYA ARSITEKTUR INDUSTRIAL DI SAMARINDA


Abstract
Pasar swalayan (kelontong) dan barbershop merupakan jenis bangunan komersil yang menjadi bagian integral dari kehidupan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan bangunan komersil yang menggabungkan swalayan (kelontong) dan barbershop dengan menerapkan gaya arsitektur industrial di Samarinda. Gaya arsitektur industrial dipilih untuk menciptakan desain yang unik, fungsional, dan estetis. Konsep ini melibatkan penggunaan material kasar seperti besi, beton, dan kaca yang mempertegas identitas industri. Studi ini menggali karakteristik lokasi di Samarinda dan kebutuhan pengguna untuk merancang bangunan yang dapat memenuhi persyaratan fungsional, estetika, dan kenyamanan. Metode perencanaan yang digunakan mencakup survei lokasi, analisis kebutuhan pengguna, dan perancangan konsep bangunan. Hasilnya adalah rancangan bangunan komersil yang memadukan area swalayan dengan barbershop, memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan dan layanan grooming yang nyaman dalam satu kesatuan bangunan. Implementasi gaya arsitektur industrial diharapkan dapat menciptakan identitas visual yang kuat dan memikat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merancang bangunan komersil yang terintegrasi dengan karakteristik kota dan memenuhi harapan pasar lokal, sembari memperhatikan aspek keberlanjutan dalam pemilihan material.
Downloads
References
Amini, A. R., Sumadyo, A., & Marlina, A. (2019). Penerapan Prinsip Arsitektur Industrial dalam Produktivitas Ruang pada Solo Creative Design Center. Senthong, 2(2).
Asvitasari, A., Fitri, A. K., & Pangasih, F. (2024). Perencanaan Bangunan Resto dan Butik Dengan Gaya Arsitektur Eklektik Japandi di Samarinda. Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur, 12(1). Jurnal Kreati : Desain Produk Industri Dan Arsitektur, 12(1), 81-90. doi:10.46964/jkdpia.v12i1.737
BPS. (2022). Kota Samarinda dalam Angka 2022. Samarinda: Badan Pusat Statistik
Fifi, A., & Nensi, R. (2021). Peran Swalayan dalam Pola Konsumsi Masyarakat Modern di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 10(2), 123-135.
Jevremovic, P. (2012). Industrial Architecture: Evolution and Adaptation. Journal of Architectural Studies, 18(3), 45-60.
McKay, R. (2010). The Social Role of Barbershops in Male Culture. London Routledge.
Ningsih, T. R., Asvitasari, A., HS, C. O., Pangasih, F., & Anisa, Y. E. R. (2024). (2024). Redesain Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda Penekanan Pada Bangunan Pintar. Jurnal Kreati : Desain Produk Industri Dan Arsitektur, 12(1), 9-18. doi:10.46964/jkdpia.v12i1.486
Nirmaladewi, R., Prasetyo, T., & Handayani, S. (2018). Transformasi Barbershop Tradisional ke Konsep Modern di Indonesia. Jurnal Manajemen Bisnis, 12(1), 98-112.
Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perdagangan, 29 C.F.R. (2021).
Persada., N. (2020). Eksplorasi Arsitektur Industrial dalam Desain Interior Komersial. Jurnal Desain dan Arsitektur, 8(1), 55-72.
Ramadhan, A., Suryanto, H., & Permadi, D. (2020). Penerapan Estetika Industrial dalam Desain Bangunan Komersial. Jurnal Arsitektur Kontemporer, 7(2), 67-81.
Copyright (c) 2025 Tutik Rahayu Ningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License