EKSPLORASI PEWARNAAN BEBERAPA JENIS KAIN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI JOLAWE DAN SECANG DENGAN FIKSASI TAWAS, BAKING SODA DAN JERUK NIPIS

  • Dita Andansari
  • Mardhiyah Nadir
Abstract views: 870 , pdf downloads: 674
Keywords: pewarnaan, jolawe, secang, tawas, jeruk nipis,baking soda

Abstract

Industri kreatif di Indonesia rata-rata memberikan kontribusi PDB sebesar 6,3 persen dari total PDB Nasional dengan nilai Rp. 104,6 triliun pada tahun 2002-2006. PDB industri kreatif saat ini masih didominasi oleh kelompok fesyen, kerajinan, periklanan dan desain. Menurut Menperin MS Hidayat, dari tujuh sektor industri kreatif yang ada, sektor andalan yang bisa terus tumbuh dan meningkatkan ekspor adalah industri fashion dan kerajinan serta komputer dan piranti lunak. Lebih jauh, ekspor industri fashion dan kerajinan mencapai 13 miliar dolar AS per tahun. Dengan peluang ekspor yang besar, maka kerajinan di bidang fashion di Kalimantan Timur seharusnya lebih dikembangkan. Kerajinan khas di Kalimantan Timur terdiri dari berbagai macam produk, baik batik, tenun, kerajinan kayu dan kerajinan lainnya. Di bidang fashion khususnya busana dan pelengkap busana yang banyak dibuat oleh UKM di Kalimantan Timur diantaranya adalah dari bahan batik dan tenun. Belum ada usaha untuk mengembangkan jenis bahan dan teknik yang lain yang bisa dijadikan sebagai diversifikasi produk kerajinan. Salah satu teknik yang bisa dikembangkan di Kalimantan Timur adalah teknik pewarnaan jumputan atau tie dye. Selain kurangnya diversifikasi dari sudut teknik pewarnaan, penggunaan jenis bahan, penggunaan pewarna alami belum banyak digunakan. Sehingga dilakukan penelitian Eksplorasi Pewarnaan Beberap Jenis Kain Menggunakan Pewarna Alami Jolawe dan Secang dengan Fiksasi Tawas, jeruk nipis dan baking soda. Metode yang dilakukan adalah eksperimen dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil yang didapat adalah pewarnaan pada jenis kain katun prima, hero/eru, mori, katun primis, mori (hulala), titoron, katun Jepang halus (Roberto) dan katun Jepang sedang (Kenter), penggunaan fiksator tawas adalah yang paling menghasilkan penyerapan warna yang baik, untuk pewarna alami secang, penggunaan fiksator jeruk nipis dan baking soda kurang direkomendasikan kecuali memerlukan tampilan merah muda ke arah kecoklatan untuk fiksator jeruk nipis dan merah muda dengan value rendah untuk fiksator baking soda dan penggunaan pewarna alami jolawe, untuk penggunaan fiksator jeruk nipis dan baking soda tidak disarankan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akriliyati,N. 2016. Mengenal Jenis Kain dan Pemeliharaannya. Berita Satu, Senin, 24 Oktober 2016 15:15 WIB,
Herdiana dan Khoe (2015) dalam penelitian The Dye Techniques and Material Variation. Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya
Muslikhah, Riana I. Pengembangan Industri Fesyen Sebagai Industri Kreatif Unggulan Untuk Mendorong Pembangunan Ekonomi Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta.
Sutopo. 2002. “Metodologi Penelitian Kualitatif”. Surakarta: UNS Press.
——————————. 2008. Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025.
Departemen Perdaganagn Republik Indinesia.
——————————. 2014. Mendukung Industri Periwisata. Media Indagkop
Kaltim Triwulan I. hal. 86-87. Triwulan II. hal. 18. Triwulan III. hal. 16.
Triwulan IV. hal. 9-19,42. Disperindagkop dan UMKM Provinsi Kaltim.
—————————, 2015. Seminar Nasional “Inovasi dalam Desain dan Teknologi”
IDeaTech 2015 Tie Dye. Tribun Jabar, Yuk Kenali Jenis-jenis kain katun yang dijual di pasaran, Kamis 24 Agustus 2017 17:45 WIB,
http://elib.pdii.lipi.go.id
Published
2020-07-01
How to Cite
Andansari, D., & Nadir, M. (2020). EKSPLORASI PEWARNAAN BEBERAPA JENIS KAIN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI JOLAWE DAN SECANG DENGAN FIKSASI TAWAS, BAKING SODA DAN JERUK NIPIS. Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri Dan Arsitektur, 4(2), 9. https://doi.org/10.46964/jkdpia.v4i2.70

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>